Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak atau bocah dari keluarga kaya rentan mempunyai tingkat narsisme tinggi. Hal ini membuat mereka kurang efektif jika menjadi pemimpin saat tumbuh dewasa. Anak-anak dari keluarga kaya ketika memimpin cenderung tidak simpati pada orang lain.
"Kami menemukan bahwa tingkat pendapatan orang tua secara signifikan berhubungan dengan tingkat narsisme anak ketika sudah dewasa. Sifat ini ditandai dengan bermegah-megahan buat diri sendiri dan tidak simpati pada orang lain," kutipan hasil penelitian yang ditulis oleh Sean R. Martin, Stephene Cote dan Todd Woodruff seperti dilansir dari CNBC, Kamis (26/5).
Para penulis mempelajari sampel dari tentara AS yang aktif lulusan West Point dan sekarang dalam peran kepemimpinan. Mereka mengumpulkan informasi dari aplikasi dan merinci kehidupan dan pendapatan orang tua mereka. Para peneliti dan penulis juga mengirim survei pertanyaan yang dirancang untuk menghitung tingkat narsisme mereka.
Para peneliti menerima data lengkap dari 229 tentara. "Hasilnya, semakin tinggi pendapatan orang tua maka sikap narsisme anak semakin tinggi."
Penelitian ini memang terbatas pada tentara angkatan darat saja. Sehingga, tidak bisa dipastikan apakah pemimpin yang tumbuh dari keluarga kaya juga bersikap demikian di perusahaan lain.
"Sebagai penelitian, kita perlu lebih banyak riset menjelajahi bagaimana keterkaitan ini dengan perilaku masyarakat dan organisasi.
Sign up here with your email

ConversionConversion EmoticonEmoticon